SELAMAT ULANG TAHUN KABUPATEN MANOKWARI SELATAN YANG KE 5.

Pilgub 2017, ASN Mansel Diminta Netral

Netralitas Aparatur Sipil Negara (ASN) merupakan pilar penting dalam kelangsungan terselenggaranya pemerintahan. Karena itu, ASN harus bertindak netral di pilkada serta tidak berpihak pada pasangan yang berkompetisi di proses politik tersebut.

Bupati Manokwari Selatan Markus Waran, Senin (21/11/2016) dalam apel pagi di lapangan Garuda Ransiki menegaskan, di masa-masa kampanye sekarang ini, ASN tidak boleh memihak pada salah satu calon, meskipun ASN juga punya hak dalam memilih. “Jika si A punya pilihan beda dengan si B, jangan sampai terjadi saling bersinggungan, kita harus junjung tinggi demokrasi,” kata bupati.

ASN sebagai unsur aparatur negara diharapkan dapat memberi pelayanan pada masyarakat secara profesional, jujur, adil, dan merata. ASN harus netral di pilkada dan dilarang memberikan dukungan kepada calon kepala daerah dan wakil kepala daerah. Netralitas ASN telah diatur dalam PP No 53/2010 tentang Disiplin PNS. Dalam PP ini disebutkan, setiap PNS dilarang memberikan dukungan kepada calon yang maju di pilkada dalam berbagai bentuk.

Seperti terlibat dalam kampanye, menggunakan fasilitas yang terkait dengan jabatan, serta membuat keputusan atau tindakan yang menguntungkan atau merugikan salah satu pasangan calon. Selain itu juga dilarang mengadakan kegiatan yang mengarah kepada keberpihakan terhadap pasangan calon baik sebelum, selama, dan sesudah masa kampanye.

Salah satu kesuksesan pilkada akan ditentukan oleh netralitas KPU, Panwas, dan ASN. Selain itu kontestasi yang menghadirikan etika berpolitik, menjauhi penggunaan isu suku, agama, ras, dan antar golongan (SARA) serta politik uang. (Kominfo Mansel)para-asn-dan-pegawai-kontrak-di-pemerintah-kabupaten-mansel-ketika-mengikuti-apel-gabungan

ASN dan pegawai kontrak mengikuti apel gabungan