SELAMAT ULANG TAHUN KABUPATEN MANOKWARI SELATAN YANG KE 5.

Palapa Ring Timur Survei Titik Fiber Optik di Mansel

Palapa Ring Timur sedang melakukan survei lokasi di Kabupaten Manokwari Selatan, guna mencari titik letak NOC dan BMH untuk landing kabel fiber optik. Tim Projec Survei PT. Palapa Ring Timur, Jul Ramsis Butar Butar yang ditemui di Dinas Kominfo Mansel menjelaskan, survei dilakukan untuk mencari kebutuhan lahan NOC dan BMH proyek Palapa Ring Timur.

Kriteria lahan yang disurvei, dijelaskan, prioritas adalah milik pemda, akses site 24 jam 7 hari seminggu, memiliki ketersediaan listrik, lokasi jauh dari pelabuhan, lokasi daerah tidak berbatu, curam atau tebing, lokasi bukan arus air laut (sungai) yang kencang, lokasi  bukan tempat yang berpotensi terkena abrasi, lokasi area tidak dalam rencana reklamasi serta ukuran lahan 20 meter x 20 meter. “Dalam survei ini kami bekerja sama dengan Kominfo Mansel. Untuk perencanaan secepatnya kita kerjakan,” ungkap Jul, sapaan akrabnya.

Setelah dilakukan survei, lanjut dia, akan dilakukan validasi data di Jakarta, apakah bisa digunakan ataukah tidak. “Karena konstur tanah kan tidak semua sama. Kita sendiri mencari pantai yang landai,” katanya.

Ditambahkan, kabel serta optik yang melewati laut akan ditarik dari Raisei, Teluk Wondama. Sedangkan melalui darat akan ditarik dari Manokwari. Dan dilanjutkan ke Raisei, Anggi, dan ke Teluk Bintuni. “Target kami akhir 2018 sudah harus selesai. Ini pekerjaan dari Departemen Kominfo. Yang dikerjakan oleh kami (PT. Palapa Ring Timur,red),” tukasnya.

Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara Februari lalu menandatangani proyek Palapa Ring Paket Timur. Proyek ini merupakan proyek terakhir di program Palapa Ring yang menghubungi daerah-daerah terisolasi di Indonesia. Palapa Ring Paket Timur merupakan proyek menghubungkan 35 kabupaten dan kota di sejumlah provinsi wilayah timur Nusantara seperti Nusa Tenggara Timur, Maluku, Papua, dan Papua Barat.

Kawasan Papua menjadi wilayah dengan kabupaten yang paling banyak dilintasi program Palapa Ring Paket Timur sebanyak 23 kabupaten. “Saudara kita di Maluku dan Papua rata-rata kecepatan jaringannya cuma 300kbps, tapi bayarnya lebih mahal,” ujar Rudiantara.

Sementara itu, lanjut Rudiantara, wilayah Jakarta punya akses komunikasi yang begitu cepat bahkan bisa mencapai 7 Mbps. Hal ini yang menurutnya menjadi perhatian pemerintah. “Timur sudah harus dibangun, tidak ada alasan tidak dibangun,” kata pria yang akrab disapa Chief RA ini.

Kendati begitu, Rudiantara menegaskan pemerintah dalam proyek ini hanya meletakkan infrastruktur tulang punggung. Dengan demikian, operator telekomunikasi dapat membangun akses di atasnya.

Adapun panjang jaringan yang pemerintah akan bangun di proyek ini mencapai 8.454 kilometer. Setengah panjang itu berasal dari kabel fiber optik laut. Sementara 45 persen kabel berada di darat (inland) dan sisa 5 persen berasal dari microwave links.

Lewat Palapa Ring, pemerintah bermaksud membangun infrastruktur jaringan tulang punggung serat optik di daerah yang tak dilirik operator komunikasi. Palapa Ring Paket Timur ini direncanakan oleh Rudiantara rampung di awal 2019 nanti. Rudiantara menyebut pembangunan serat optik di proyek ini akan memangkas kesenjagan infrastruktur komunikasi di wilayah timur yang selama ini hampir tak tersentuh.

Dia mewajarkan sikap operator komunikasi yang enggan membangun di daerah timur karena dianggap tak menguntungkan bagi mereka. Itu sebabnya, pemerintah mengambil proyek yang masuk ke kategori tidak layak finansial ini. Dalam proyek ini, pemerintah memakai skema Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) sesuai Peraturan Presiden Nomor 38 Tahun 2015 dengan konsep Build-Own-Operate-Transfer (BOOT).Nilai proyek Palapa Ring Paket Timur bernilai Rp5,1 triliun ini dijalankan oleh konsorsium PT Palapa Timur Telematika.

Konsorsium ini terdiri dari sejumlah badan usaha seperti Moratelindo, IBS, Smart Telecom, dan PT Penjaminan Insrastruktur Indonesia, dan Bank Negara Indonesia. Diperkirakan proyek ini akan berlangsung selama 18 bulan ke depan.

Sementara itu, proyek Palapa Ring Barat dan Tengah masih berlangsung. Rudiantara menyebut Paket Barat akan dikebut rampung pada 2017, sedangkan Paket Tengah ia menargetkan awal 2019 seluruh proyek sudah selesai. “Sekarang Paket Barat sudah 60 persen, kalau Paket Tengah masih 10-12 persen,” imbuhnya.(Kominfo Mansel/CNN Indonesia)

Kepala Dinas Kominfo Mansel Markus Simatauw bersama Tim Projec Survei PT. Palapa Ring Timur, Jul Ramsis Butar Butar.

Kepala Dinas Kominfo Mansel Markus Simatauw bersama Tim Projec Survei PT. Palapa Ring Timur, Jul Ramsis Butar Butar.