SELAMAT ULANG TAHUN KABUPATEN MANOKWARI SELATAN YANG KE 5.

Jalan Baru di Kampung Sabri Mulai Dikerjakan

Bupati Manokwari Selatan Markus Waran, Jumat (7/4/2017) melakukan pengguntingan pita, sebagai tanda dimulainya pembukaan jalan lingkungan sepanjang 1,5 kilo meter di Kampung Sabri, Distrik Ransiki, oleh PT. Tunas Papua Jaya.

Kepala Kampung Sabri, Servianus Mandacan mengungkapkan, pembukaan jalan dilakukan agar memudahkan untuk membuka pemukiman baru bagi warga Sabri.“Di Sabri ini cuma satu arah. Jadi kami butuh jalan baru. Supaya masyarakat bisa buka pemukiman baru,” tutur Servianus dihadapan bupati dan ketua PKK Mansel, sejumlah pimpinan SKPD dan masyarakat Sabri.

Selvianus juga mengatakan, seiring bertambahnya penduduk dan pemukiman baru, maka ke depan mereka berencana memekarkan beberapa dusun dan kampung, agar kampung tersebut bisa menjadi distrik baru. “Kami survei ada 7 dusun. Di A3 (Ampera,Aibone,Akomeda) sudah persiapan. Begitu juga kami survei dari Inden 1 sampai jembatan. Indou juga sudah persiapan. Ngendi (Ingedwei) juga sudah,” kata Servianus.

Atas keinginan tersebut, masyarakat meminta pemerintah daerah dapat mendorong agar pemekaran tersebut dapat berjalan lebih cepat. “Kami juga minta kalau ada bantuan rumah dari kementrian, supaya bisa dibagikan rata ke kampung-kampung,” kata dia berharap.

Bupati Mansel Markus Waran dalam arahannya mengatakan, pembangunan jalan dan pemukiman harus dilakukan, karena hal ini menjadi indikator untuk kesejahteraan masyarakat. “Jalan dan rumah menjadi tempat berteduh, tempat menyajikan gisi dan pertumbuhan anak-anak. Rumah yang layak huni juga bisa terhindar dari penyakit,” kata bupati melalui sambutan tertulisnya.

Dalam kesempatan ini, bupati  juga mengatakan, pembangunan di daerah bisa berjalan baik, jika didukung oleh masyarakat. Dinas perumahan akan mulai membangun rumah sehat dan rumah layak huni untuk masyarakat. “Tentunya sesuai persyaratan administrasi dan amdal. Daerah kita ini rawan bencana, jadi harus disesuaikan,” kata bupati.

Ia juga mengingatkan kepada masyarakat yang hendak membangun, harus lebih dulu mengantongi Ijin Mendirikan Bangunan (IMB). “Tidak dipungut biaya. Tanah juga harus bersertifikat, karena di Mansel belum ada Badan Pertanahan,datang ke pemda, tanyakan ke Kabag Otda,” kata bupati menjelaskan.

Pemda saat ini kata bupati, mulai menata Rencana Daerah Tataruang Terperinci (RDTL). Kampung-kampuung yang berada di jantung kota harus ditata. “Jadi besok ada tanaman yang dibabat jangan tuntut-tuntut,” tegas bupati. (Kominfo Mansel)

Bupati Mansel Markus Waran melakukan pengguntingan pita tanda di mulainya pembongkaran jalan baru di Kampung Sabri, Distrik Ransiki.

Bupati Mansel Markus Waran melakukan pengguntingan pita tanda di mulainya pembongkaran jalan baru di Kampung Sabri, Distrik Ransiki.