SELAMAT ULANG TAHUN KABUPATEN MANOKWARI SELATAN YANG KE 5.

Letakkan Batu Pertama Gedung FKIP Unipa, Bupati : Tahun Depan Selesai

Pemerintah Kabupaten Manokwari Selatan bersama Unipa melakukan peletakan batu pertama pembangunan gedung FKIP (Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan) Unipa di Ransiki, Kabupaten Manokwari Selatan, Sabtu (8/4/2017). Sebelum peletakan batu pertama, diawali dengan prosesi adat pemotongan kepala Babi oleh tiga marga pemilik hak ulayat, yakni Waran Kawey Totohu, Rumander dan Aiba.

Bupati Manokwari Selatan Markus Waran dalam sambutannya mengatakan, pembangunan gedung FKIP di Manokwari Selatan tidaklah mudah, namun butuh kajian-kajian mendalam.

Oleh sebab itu, ia mengajak seluruh masyarakat Manokwari Selatan untuk bersyukur kepada Tuhan YME atas dukungan rektor dan seluruh civitas akademika Unipa, sehingga dapat membuka lembaran baru sejarah sending untuk Laharoi Ransiki di  25 tahun yang lalu. “Hari ini kita menyaksikan, memberi doa restu atas peletakkan batu pertama pembangunan gedung FKIP Unipa. Ini berarti investasi SDM Manokwari Selatan yang akan dihasilkan oleh FKIP, merupakan aset daerah yang akan membangun daerah ini. Dan bukan hanya Manokwari Selatan saja, tetapi seluruh persada nusantara di seluruh negara ini,” jelas bupati.

 Kata bupati, Unipa sebagai pelaksana  fungsi pendidikan Nasional bersama Pemerintah Kabupaten Manokwari Selatan telah memiliki komitmen untuk mendidik putra putri Papua yang berpotensi, dengan menyediakan sarana dan prasana serta fasilitas pendidikan, untuk penyelenggaraan perkuliahan FKIP Unipa.

“Saya selaku bupati Manokwari Selatan ingin mengucapkan terima kasih kepada Rektor Unipa dan seluruh civitas akademika Unipa yang telah memberikan perhatian kepada Manokwari Selatan, sehingga FKIP di bangun di daerah ini. Ucapan terima kasih pula kepada pemilik hak ulayat yang telah  memberikan lokasi untuk pembangunan gedung FKIP,” jelasnya.

Bupati juga menjelaskan, untuk tahap pertama Pemerintah Kabupaten Manokwari Selatan menganggarkan Rp 5 miliar. Sisanya tahap kedua tahun 2018 mendatang. “Tahun depan kita akan tuntaskan. Dan gedung ini selesai dan siap diresmikan,” kata bupati meyakinkan.

Ia mengajak pemilik hak ulayat bersama masyarakat di daerah itu untuk bersama-sama menjaga kontraktor yang membangun gedung perkuliahan tersebut, sehingga ia dapat bekerja dengan tenang dan aman. “Supaya cepat selesai. Dan kita resmikan,” ungkap bupati.

Karena hadirnya FKIP di Manokwari Selatan, kata bupati, tidak lain untuk kepentingan anak-anak di Manokwari Selatan.  Ia percaya kehadiran perguruan tinggi ini pelan tetapi pasti, akan menjadikan kabupaten tersebut berubah di Tanah Papua Barat.

Rektor Unipa Dr. Jacob Manusawai dalam sambutannya mengatakan, perguruan tinggi Negeri di Papua Barat hanya ada tiga di Papua Barat. Satu di Kabupaten Sorong, satu di Waisai Raja Ampat, satu lagi di Manokwari Selatan. “Hari ini menjadi sejarah panjang Kabupaten Manokwari Selatan. Sejarah panjang untuk pemilik hak ulayat. Sampai saya tidak berdiri di tempat ini pun, ini akan jalan terus. Karena Tuhan akan panggil kita. Dan pada waktunya bangunan ini akan berjalan sendiri. Tidak gampang pendirian seperti ini. Jadi sekolah ini akan jalan terus,” kata Jacob.

Jacob juga mengatakan, dari semua bupati yang ia temui, bupati Manokwari Selatan lah yang memiliki terobosan paling cepat. “Masa kira-kira satu tahun perjalanan, beliau sudah bisa mendirikan ini (FKIP). Saya bayangkan satu tahun saja sudah begini, apalagi 10 tahun,” ungkap mantan kepala Bapedalda Papua Barat ini.

FKIP terdiri dari 6 program studi. Jacob berasumsi jika saja program studi menerima 100 mahasiswa, maka penduduk di Manokwari Selatan selalu akan tambah 600 tiap satu tahun.  “Kalau 600, berarti kos-kos juga 600. Jadi tambah terus, tambah terus. Kalau dia tambah 1000 tiap tahun. 1000 orang masuk di Manokwari Selatan,” jelas Jacob.

Lanjut Jacob mengatakan, mahasiswa Unipa berasal dari seluruh Indonesia, sehingga seluruh daerah akan datang ke Manokwari Selatan.  Ia meminta masyarakat untuk terbuka menerimanya. “Kenapa saya tidak mau asrama, supaya mereka itu belajar juga. Kalau satu tahun saja 1000 orang yang masuk di sini, kalau 10 tahun sudah 10.000 orang yang masuk di sini,” jelasnya.

Jacob juga mengatakan posisi FKIP sangat strategis. Akan menjadi penghubung antara kabupaten, di antaranya, Kabupaten Pegunungan Arfak, Teluk Bintuni dan Teluk Wondama. Karena posisi Manokwari Selatan memang sangat strategis. “Ini sesuatu yang luar biasa. Kita sedang meletakkan satu sejarah, sejarah masa depan di daerah ini,” ungkap Jacob.

Dalam kesempatan itu, ia mengucapkan terima kasih kepada bupati yang sudah menganggarkan dana untuk pembangunan FKIP. Dan sudah menargetkan dua tahun anggaran dapat segera rampung.

“Jadi pak dekan sudah harus siap-siap untuk mengarahkan mahasiswanya  menuju Manokwari Selatan. Jadi mulai tahun 2018 sudah tidak ada lagi yang tinggal di Manokwari. Sesuai permintaan pak bupati, ya kita kasih pindah di sini sudah. Bukan saja FKIP, kalau pak bupati siap, pasca sarjana satu kah akan berdiri di sini. Supaya tidak usah cari-cari magister jauh-jauh lagi. Dosennya saja yang datang ke sini. Sehingga posisi stategisi ini yang bisa menolong kita semua,” tuntasnya.

Sebelumnya Plt Sekda Mansel, E.A Pocerattu mengatakan, Pemerintah Kabupaten Kabupaten akan menghibahkan dana sebesar Rp 35 Miliar untuk pendirian FKIP di Ransiki. Untuk tahap awal diberikan Rp 5 miliar. (Kominfo Mansel)

Bupati Manokwari Selatan Markus Waran letakkan batu pertama pembangunan gedung FKIP Unipa di Ransiki, Manokwari Selatan.

Bupati Manokwari Selatan Markus Waran letakkan batu pertama pembangunan gedung FKIP Unipa di Ransiki, Manokwari Selatan.