SELAMAT ULANG TAHUN KABUPATEN MANOKWARI SELATAN YANG KE 5.

Peserta Bingung Isi Lembar Jawaban, Bupati : Pengawas Jangan Biarkan

Seluruh guru dan pengawas ujian yang terlibat dalam pelaksanaan Ujian Nasional (UN) tingkat SD di Kabupaten Manokwari Selatan, diminta “jangan tutup mata” atau melakukan pembiaran terhadap siswa-siswi yang mengikuti ujian.
Pasalnya dari hasil pemantauan, masih ada peserta yang kebingungan dalam pengisian lembar jawaban.
“Guru dan pengawas harus bantu anak-anak (peserta UN). Karena saya pantau tadi, anak-anak masih bingung dalam mengisi lembar jawaban,” ungkap Bupati Mansel Markus Waran usai melakukan pemantauan pelaksanaan UN tingkat SD, Senin (15/5/2017).
Ditegaskan, bantuan yang diberikan guru khususnya pengawas, bukan memberitahukan jawaban ujian. Melainkan membimbing anak-anak peserta ujian agar tidak salah dalam pengisian dan penulisan nama, hingga pengisian dalam lembar jawaban.
“Jangan lakukan pembiaran, bukan berarti memberitahukan jawaban kepada anak-anak. Jangan kasih tahu jawabannya. Tapi bimbing anak-anak, beritahukan mereka, sehingga tidak bingung dalam pengisian lembar jawaban ujian,” pesan Waran.
“Semua pengawas harus saling mendukung. Sehingga UN tingkat SD bisa selesai dan sukses,” kuncinya.
Sementara itu, Kadis Pendidikan Simson Aronggear yang juga ikut mendampingi bupati mengungkapkan, tugas pengawas UN sudah diatur dalam tata tertib berdasarkan Prosedur Standar Operasional Penyelenggaraan UN (POS UN).
“Pengawas ruang adalah orang yang diberi tugas sesuai dengan POS UN yang terikat sejumlah aturan dalam pelaksanaan tugasnya mengawas ujian. Diantaranya mereka adalah guru yang mata pelajarannya sedang tidak diujikan, berperilaku disiplin, jujur, bertanggung jawab, teliti dan memegang teguh kerahasiaan,” tuturnya.
Menurutnya, tugas pengawas antara lain menjaga ketertiban dan ketenangan suasana sekitar ruang ujian, memberi peringatan dan memberikan sanksi pada peserta yang melakukan kecurangan.
“Pengawas ruang harus kerja ekstra keras. Memeriksa lembar jawaban siswa satu persatu. Apakah pensil yang digunakan sudah tepat, apakah tingkat ketebalan menghitamkannya sudah pas dan lain sebagainya,” bebernya.
Ditambahkan, pengawas itu lebih bersifat melayani siswa dalam pelaksaannya di lapangan. “Bukan pengawas yang tugasnya hanya memandori anak-anak yang sedang ujian. Kehadirannya tidak perlu ditakuti, karena mereka juga guru biasa. Mereka lebih bersifat melayani daripada mengawasi,” kunci Aronggear. (Kominfo Mansel/*)

Bupati Markus Waran meninjau pelaksanaan UN SD, kemarin

Bupati Markus Waran meninjau pelaksanaan UN SD, kemarin