SELAMAT ULANG TAHUN KABUPATEN MANOKWARI SELATAN YANG KE 5.

Kampung Ransiki Dorong Pembentukan Kampung Baru

Desa (kampung) Ransiki Kota akan dipecah menjadi tiga kampung baru. Namun yang menjadi prioritas saat ini yang sedang dipersiapkan adalah Kampung Nusantara, yang berlokasi dari Kantor Koramil sampai Jembatan Laharoy.
“Ini gagasan yang akan diperjuangkan sampai final nanti. Pada hari ini, Rabu 17 Mei 2017, diawali dengan rapat perdana,” kata Kepala Kampung Ransiki, Hengky Rumaropen, usai berlangsung rapat panitia kerja bersama Baperkam, Ketua RT, tokoh masyarakat di aula SMA Negeri 1 Ransiki.
Alasan ingin memekarkan kampung baru, menurut Hengky, karena Kampung Ransiki sudah seharusnya naik status menjadi kelurahan. Dan sudah tidak layak lagi kampung berada di jantung pusat kota kabupaten.
“Maka harus dipecah menjadi satu atau tiga kaampung baru. Yang sudah pasti akan diperjuangkan adalah satu kanpung baru ini,” tutur Hengky.
Lebih lanjut Hengky menjelaskan, dalam waktu dekat akan segera dilakukan pendekatan atau komunikasi dengan pemilik hak ulayat, agar persoalan lahan yang direncanakan tidak mengalami hambatan.
“Setelah lahan siap, kita akan perjuangkan ke Kabupaten Manokwari Selatan dan Provinsi Papua Barat,” ungkapnya.
Ia menaruh harapan besar pemekaran ini akan dapat terwujud. Perjuangan membentuk kampung baru ini pun akan dilakukan tahap demi tahap, hingga final.
“Ini semua untuk kesejahteraan dan juga jangkauan dari pemerintah, kabupaten, distrik dan kampung,” ujarnya.
Saat ini Kampung Ransiki terdapat sembilan RT. Dua RT (8 dan 9) akan ditambah satu RT ini yang akan disiapkan menjadi satu kampung.
Menyoal jumlah KK di Kampung Ransiki, lanjut Hengky, keseluruhan ada 700 KK. Sedangkan jumlah jiwa hampir mencapai 2.000-an. Dengan jumlah yang terus bertambah ini, hal-hal ini menurut dia, perlu diantisipasi sejak awal.
“Akan ada pendataan kembali warga untuk memastikan jumlah ril di lapangan. Dana ini yang akan dipakai untuk mendorong pembentukan kampung baru ini,” tuntasnya.

Ketua panitia pemekaran kampung baru, Zadrak Fandy menambahkan, alasan pemekaran kampung, karena diketahui banyak warga Ransiki kota yang sudah menikah, tetapi menetap dalam satu rumah lebih dari satu KK. Oleh karena itu dibutuhkan penyebaran penduduk, agar ada pemerataan. (Kominfo Mansel)

Hengky Rumaropen

Hengky Rumaropen