SELAMAT ULANG TAHUN KABUPATEN MANOKWARI SELATAN YANG KE 5.

Wakil Bupati Minta Honorer Jujur

RANSIKI– Setelah dilakukan penerimaan tenaga honorer dalam jumlah yang besar, Wakil Bupati Mansel Wempie Welly Rengkung, mengingatkan para kepala kampung, Kaur hingga RT untuk bersikap jujur. Pasalnya dari hasil pertemuan bupati, wakil bupati dan para pimpinan SKPD diketahui ada sejumlah honorer yang tercatat namanya ada di OPD/SKPD, juga tercatat sebagai penerima upah di kampung.

“Masih ada tenaga kontrak yang menyandang kepala kampung, ada juga di SKPD. Masih ada di Distrik Neney, Isim dan Oransbari. Mereka yang menyandang Kaur atau kepala kampung harus memilih. Mau di kampung atau SKPD,” tegas Wempi dalam arahannya pada apel sore gabungan, Senin (3/7/2017).

Wempi menegaskan, permintaan ini bukan untuk melakukan pengurangan jumlah tenaga honorer, tetapi lebih kepada disiplin pegawai. Karena tidak boleh satu orang honorer menerima upah doubel dari pemerintah daerah.
“Besok (hari ini, red) ada rapat bersama pimpinan SKPD untuk evaluasi honorer. Penyempurnaan akan dilakukan pada bulan Agustus,” kata Wempi.

Beberapa minggu lalu, ia telah mengingatkan pimpinan SKPD untuk merampungkan data dan kelengkapan berkas tenaga honorer sebelum tanggal 30 Juni, namun kenyataanya sampai hari ini, baru 6 SKPD yang menyerahkan.

“Yang 25 itu dimana, masih tidur atau? Daftar penyempurnaan akan terhitung bulan Agustus,” kata Wempi lagi.

Tercatat jumlah tenaga honorer yang baru sebanyak 1.789. Meningkat dari yang awalnya diterima hanya 1.152. Jika ditambah dengan jumlah honor yang lama, maka total keseluruhan honorer di Pemkab Mansel adalah 2.789. “Tapi ini yang hadir tidak separuh,” beber Wempi.

Ia berharap kehadiran pimpinan SKPD dalam setiap apel, dapat memperbaiki disiplin pegawai baik itu ASN maupun honorer. “Pimpinan SKPD yang ikut apel, bisa memantau pegawainya. Masih banyak yang perlu dibenahi. Sesuai petunjuk bupati, pimpinan SKPD harus mengetahui pegawainya,” jelasnya.

Saat itu Wempi juga mengatakan pada bulan Juli ini, efektif masa kerja hanya 22 hari, karena terpotong hari libur. “Dimana sudah terpotong 2 hari, karena ini hari pertama kerja,” ujar Wempi dihadapan pimpinan SKPD, pejabat eselon dan staf. (Kominfo Mansel)

Apel gabungan Senin sore.