SELAMAT ULANG TAHUN KABUPATEN MANOKWARI SELATAN YANG KE 5.

Markus Waran Resmi Canangkan Program Kampung KB di Mansel

 

Bupati Mansel Markus Waran memukul tifa, tanda mulai dicanangkan program Kampung KB di Mansel.

RANSIKI– Di era pemerintan Presiden Joko Widodo-Muh Yusuf Kalla, Keluarga Berencana (KB) mendapat perhatian kembali. Sebab laju pertumbuhan penduduk nasional dari tahun 2014-2016 mencapai 1,32 persen atau 3 juta jiwa pertahun.

Sehingga pemerintah perlu mengingatkan kembali KB. Karena diyakini bangsa akan maju bila memiliki penduduk berkualitas. Dan ini akan lahir dari keluarga berkualitas. “Hal ini dapat dicapai jika keluarga Indonesia mengerti, memahami dan ikut KB,” kata Bupati Manokwari Selatan Markus Waran sebelum resmi mencangkan program Kampung KB di Kampung Kobrey, Distrik Ransiki, Rabu (5/7/2017). Pencanangan ini dilakukan secara simbolis di kampung tersebut untuk selanjutnya di lakukan di enam distrik yang ada di Kabupaten Mansel. Para kepala distrik hadir dalam pertemuan ini.

Dijelaskan Waran, program Kampung KB secara perdana telah diresmikan Presiden Joko Widodo di Kecamatan Gunung Jati, Cirebon -Jawa Barat pada 14 Januari 2016 lalu. Pencanangan Kampung KB akan diikuti terus oleh 34 provinsi, dan kabupaten/kota, kecamatan  di seluruh Indonesia, termasuk kemarin dicanangkan di Kabupaten Manokwari Selatan. “Dan saat ini kita sedang canangkan Kampung KB tingkat Distrik di seluruh Kabupaten Manokwari Selatan. Kampung KB adalah salah satu model yang dipilih presiden untuk dapat dijadikan promotor bagi dusun, kampung, kelurahan dalam rangka mewujudkan keluarga yang berkualitas, bahagia dan sejahtera,” kata Waran. Lanjut dia, Kampung KB ini akan dilakukan pendekatan-pendekatan keluarga berencana yang melibatkan masyarakat setempat, sesuai karakteristik masyarakat dan daerahnya.

Sementara dr. Mulawati Ullo yang mewakili BKKBN Papua Barat lebih jauh menjelaskan, program Kampung KB merupakan salah satu dari sembilan program pokok Jokowi-JK yang dikenal dengan Nawacita Pembangunan Nasional, terutama dalam mewujudkan agenda ke lima nawacita, yaitu menciptakan kualitas hidup penduduk Indonesia melalui pembangunan penduduk dan KB. Serta strategi pembangunan nasional 2015-2019, untuk dimensi pembangunan manusia, pada pembangunan di bidang kesehatan, mental dan karakter.

Selain itu, juga untuk mendukung agenda ketiga nawacita, yakni membangun Indonesia dari pinggiran, dengan memperkuat daerah- daerah, desa-desa dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Berkaitan dengan nawacita, urai Mulawati, dipandang perlu menjalankan program Kampung KB, yang merupakan program yang strategis dalam rangka mewujudkan masyarakat Indonesia yang berkualitas, serta untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga kedepan. Lebih  lanjut dijelaskan Mulawati, keluarga harus memiliki perencanaan hidup yang matang, mulai dari rencana menikah dengan usia ideal, jumlah anak ideal, pendidikan anak, kesehatan keluarga dan pekerjaan anggota keluarga.

Sebab, bila seluruh anggota keluarga memiliki pendidikan yang bagus, penerapkan pola hidup sehat dan memiliki pekerjaan yang layak. Maka, akan dicapai indeks pembangunan manusia yang baik, dan mencapai bonus demografi. “Pencapaian ini akan dicapai harus dari dalam keluarga,” kata dia menjelaskan.

Sebelumnya, Kamaruddin yang membacakan sambutan Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan KB Kabupaten Manokwari Selatan mengatakan, Kampung KB adalah salah satu penguatan program kependudukan, keluarga berencana dan pembangunan keluarga. Yang dipadu melalui lintas sektor pembangunan terkait. Dikelolah dan dilaksanakan dari, oleh dan untuk masyarakat, untuk mendekatkan pelayanan, pemberdayaan, guna menunjang pencapaian tujuan mewujudkan keluarga yang berkualitas.

Ia pun menjelaskan, program KB ini sesuai arahan Presiden Jokowi, dengan pemikiran bahwa persoalan kependudukan dan keluarga sangat penting untuk mendapat perhatian. Ini didasari oleh redupnya gaung program KB di masyarakat, dan berbagai masalah yang berkaitan dengan kependudukan, yang berdampak pada melambatnya upaya untuk meningkatkan derajat kesehatan ibu dan anak. “Konsekuensi logis dari hal tersebut inilah yang akan berpengaruh pada upaya pemerintah dan bangsa dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tukasnya. (Kominfo Mansel)