DIRGAHAYU REPUBLIK INDONESIA YANG KE-72, 17 AGUSTUS 2017, JAYALAH INDONESIAKU

Makodam Ambil Data Persiapan Rindam dan Secaba di Mansel

Ransiki– Menindaklanjuti pertemuan  Pangdam XVIII Kasuari Mayjen TNI Joppye Onesimus Wayangkau dengan Bupati Manokwari Selatan Markus Waran pada 7 Juli lalu, terkait rencana penempatan Markas Komando Rindam dan Sekolah Secaba di Kabupaten Segitiga Emas itu, kemarin, utusan Makodam  mendatangi kantor Bupati Mansel.

 Mereka melakukan pertemuan lanjutan dengan Pemerintah Kabupaten Mansel. Dalam pertemuan itu, pihak pemerintah daerah diwakili Wakil Bupati Mansel Wempi W.Rengkung, yang didampingi Asisten III Hengky V Tewu, Kaban Lingkungan Hidup, Chris R.Mandacan, Kepala DPPKD, Frangky Mandacan, Sekretaris Bappeda, Muh.Amir dan Kepala Dinas PU, Gagarin Moniaga.

Sementara pihak Makodam, diwakili Aspers XVIII Kasuari Kolonel Inf Eddy Rahmat Tulo, Aslog Kolonel Inf Asep Dedi, Asrendam Kolonel Chb Ir. Jamadin Zianipar, Kasidam Kolonel Inf Czi Antonius Tribudi Mardi Raharjo serta Wakacasdam Letkol Inf Didik Sugondo.    

Setelah melakukan pertemuan, tim Makodam didampingi pemerintah daerah turun meninjau lokasi yang rencana akan dibangun Rindam dan Sekolah Secaba.

Kasidam XVIII Kasuari Kolonel Inf Czi Antonius Tribudi Mardi Raharjo yang dikonfirmasi di lokasi yang rencana akan dihibahkan pemerintah daerah, mengatakan, langkah awal yang dilakukan adalah melakukan pengambilan data lapangan.

Karena lokasi yang akan dihibahkan sudah memiliki bangunan, akan didata oleh tim Makodam, berapa jumlah bangunan yang telah dibangun di atas lahan 130 hektar yang sudah berdiri perumahan dan gedung-gedung perkantoran itu.

“Yang ada baru 130 hektar, kita butuh 500 hentar, untuk disiapkan ruang kelas, ruang prajurit, dapur umum untuk logistik prajurit dan pembinanya,” kata Antonius.

Selain itu yang akan dipersiapkan adalah Markas Komando Rindam. Ini menurutnya, bisa gunakan kantor bupati yang hampir rampung. Akan disiapkan pula tempat Pendidikan Secaba, dodik Lakfort. Karena akan dilengkapi pula dengan tempat latihan taktik dan lapangan tembak. “Kalau tak-tik ini banyak. Ada hali rintang, kolam renang. Sangat banyak, kalau kita mau buat Rindam yang produktif dan ideal,” ungkapnya.

Dikatakan Antonius, jika benar-benar daerah itu dioperasionalkan untuk TNI, dari data awal, lokasi ini sangat bagus.

Dari hasil survei lapangan ini, pihaknya akan melaporkan kepada  atasan TNI-AD dan ke Kementrian Keuangan. “Karena ini aset negara yang akan dihibahkan. Asset pemerintah daerah yang akan  berubah menjadi asset TNI-AD (Kodam Kasuari),” jelas Antonius.

Menurutnya, seluruh dokumen harus disiapkan, karena pihak TNI pun tidak mau ada masalah dikemudian hari, seperti halnya yang diharapkan pemerintah daerah. “Kita juga tidak mau dalam operasionalnya, ada gangguan,” terangnya.

Lebih Antonius menjelaskan, laporan baru akan dilakukan ke pusat, setelah seluruh dokumen dinyatakan siap. “Dalam proses hibah, pemda membentuk tim, kami juga membentuk. Kita akan bentuk tim penerima hibah,” katanya.

Proses administrasi ini, menurutnya, akan berjalan sesuai tahapan, akan sampai ke perbendaraan Negara, dalam hal ini Kementrian Keuangan. “Kalau pemerintah daerah ke Kemendagri,” katanya. Yang pasti, aku Antonius, Makodam menilai dari segi syarat, lokasinya sangat layak.

Sementara  Wakil Bupati Mansel Wempi W. Rengkung mengiyakan, proses administasi harus ditempuh. Berapa besaran nilai dari aset pemerintah daerah itu.

Nantinya akan dibawah ke sidang paripurna DPR. Setelah melalui persetujuan DPR, barulah menjadi rancangan peraturan. Selanjutnya, akan dinaikkan ke tingkat provinsi. “Sebelum ke DPR, kita juga akan komunikasi dengan tingkat pusat. Nanti dibicarakan regulasi yang menopang kepala daerah,” ungkap Wempi.

Selanjutnya akan ada prosedur di Depdagri, Keuangan dan Dephankam. “Nanti kelanjutanya di sana (Jakarta). Tapi langkah ini akan cepat dilakukan, karena ini tindaklanjut dari langkah-langkah yang telah diambil bupati dan panglima Kodam,” tegas Wempi.

Dengan adanya Rindam dan Sekolah Secara di Mansel, kata Wempi, tentu akan memberikan dampak positif bagi daerah. Ekonomi masyarakat akan meningkat. Stabilitas keamanan akan lebih baik lagi. “Karena akan mendidik bintara-bintara, akan dikunjungi oleh seluruh Indonesia. Pesertanya kan bisa dibagi wilayah barat, bisa wilayah timur,” katanya.

Lanjut Wempi, secara tidak langsung, pertumbuhan ekonomi masyarakat akan tumbuh. Karena dimana akan semakin banyak orang, maka kebutuhan pun akan meningkat. Misalnya kebutuhan makanan dan kebutuhan lainnya.

Menurutnya, sesuai UU No 1 tahun 2004, yang mengatur tentang perbendaharaan Negara, pasal-pasalnya  harus ikuti. Dimana hibah di atas 10-100 miliar harus melalui persetujuan Presiden. Kemudian sesuai Permendagri harus dibentuk tim. “Ini tim sudah ada dibentuk, tim dari Kodam dan tim dari Pemda. Kemarin wakil DPR sudah ada. Pak ketua DPR sudah ada. Sejumlah anggota dewan ada,” kata Wempi menerangkan.

Menyoal dokumen, menurutnya, semua sudah disiapkan. Nantinya akan diberikan kopian kepada tim Makodam  untuk dipelajari. “Butuh kerja keras, kalau mau berjalan cepat,” tandasnya. (Kominfo Mansel)

Pemerintah Kabupaten Manokwari Selatan bersama tim Makodam XVIII Kasuari meninjau lokasi rencana pendirian Rindam di Kabupaten Manokwari Selatan.