DIRGAHAYU REPUBLIK INDONESIA YANG KE-72, 17 AGUSTUS 2017, JAYALAH INDONESIAKU

67 Pasutri Ikuti Nikah Massal

RANSIKI– Sebanyak 67 pasutri mengikuti Nikah Massal di Balai Kampung Abreso, Distrik Ransiki, Selasa (22/8/2017). Banyaknya pasangan suami istri (pasutri) yang belum menikah secara hukum, membuat Pemkab Mansel harus melakukan Nikah Massal.

Balai Kampung Abreso tempat berlangsungnya acara ini disesaki para Pasutri yang selama ini hanya mengikuti nikah adat. Para pasutri yang mengikuti nikah massal ini dari beragam usia, mulai dari usia 30-an hingga 50-an tahun.  Nikah massal ini dipandu langsung oleh Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Elli Kartika Sembor.

Bupati Mansel Markus Waran dalam sambutannya yang dibacakan Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Yusak Wabia mengapresiasi kegiatan tersebut, yang dinilai telah membangun kesadaran masyarakat untuk tertib administrasi. Kata bupati, pernikahan merupakan ikatan lahir batin antara seorang pria dan wanita untuk mewujudkan keluarga bahagia. Dan pernikahan menurutnya, syah apabila dilakukan pencatatan oleh negara, dalam hal ini melalui dinas terkait di daerah masing-masing. “Karena banyak nikah adat yang belum tercatat, maka perlu dilakukan nikah massal. Karena akta pernikahan dibutuhkan oleh anak saat hendak sekolah,” ungkapnya.

Dijelaskan, bahwa orangtua baru merasa terdesak, apabila anaknya akan disekolahkan. Karena saat ini untuk memasukkan anak sekolah, wajib melampirkan akta pernikahan orangtua. Sehingga pemda berkewajiban untuk memfasilitasi mereka yang belum jelas status pernikahannya.

Tahun ini dinas tersebut akan menjalankan program ini ke distrik-distrik. Kemarin dilakukan di Distrik Ransiki, sebelumnya dilakukan di Distrik Oransbari. “Saya harap ini pernikahan terakhir seumur hidup. Bangunlah keluarga yang sejahtera,” kata bupati berpesan.

Setiap pasangan yang menikah ini tidak hanya akan mendapatkan akta nikah. Mereka juga akan memperoleh akta anak. Tercatat sebanyak 195 anak akan diberikan akta anak. (Kominfo Mansel)

Pasutri yang mengikuti nikah massal.